3 Followers
1 Following
onlywords

Words of a Bibliophile

"It's only words, and words are all I have, to take your heart away." —Bee Gees

Brick Lane (Indonesian version)

Brick Lane (Indonesian version) - Monica Ali Pinjaman dari Amang, yg dapat bukunya dari Monic. Setelah dapat wanti-wanti bahwa buku ini bikin bosan karena cuma berkutat pada masalah sehari-hari, saya pun mempersiapkan diri untuk bersabar membaca sampai tuntas. Meski ceritanya memang berpanjang-panjang dan awalnya terkesan membosankan tetapi semakin dibaca semakin penasaran bagaimana akhir kisah ini.

Nazneen, seorang gadis dari pedesaan Bangladesh dijodohkan dengan pria yang usianya dua kali lipat dari dirinya. Ia diboyong ke London, Inggris dan menjalani hidup sebagai istri Muslim Bengali yang baik: mengerjakan pekerjaan rumah tangga, melayani suami, dan merawat anak. Nazneen yang selalu pasrah dan terima saja kemana arah takdir menuntunnya menjalani kehidupan yang berbeda jauh dengan adik perempuannya, Hasina, yang hidupnya seakan selalu dipermainkan takdir — kawin lari saat masih remaja kemudian pisah dari suaminya, melakukan berbagai pekerjaan dan selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Bangladesh. Hasina hanya muncul di cerita lewat surat-suratnya untuk Nazneen selama bertahun-tahun.

Karakter-karakter lain tampil dengan latar belakang kehidupan imigran Bangladesh di London: Chanu, suami Nazneen yang cuma bisa omong besar tapi tak pernah sukses, Razia, sahabat Nazneen yang penampilannya kebarat-baratan, Mrs. Islam sang wanita tua berprofesi lintah darat, dll. Perubahan besar kemudian terjadi pada Nazneen saat ia mengenal Karim, pemuda yang membentuk kelompok Muslim radikal di komunitas Bengali. Keduanya menjalin hubungan yang semakin membuat Nazneen berpikir akan jalan hidupnya selama ini. Akankah Nazneen akhirnya berani menentukan takdirnya sendiri? Pilihan apakah yang akan ia ambil, tetap bersama Karim atau kembali ke Bangladesh bersama suami dan anak-anaknya?

Ada berbagai paradoks yang saya temui dalam novel ini. Chanu yang berpendidikan tinggi gemar mengutip tokoh filsafat dan sastra Inggris tapi di lain waktu berkoar-koar mengenai kehebatan budaya Bangladesh. Nazneen pertama kali merasa begitu tertarik pada Karim saat melihatnya shalat (hal yang jarang dilakukan Chanu), tapi perasaan itu mendorong mereka menjalin hubungan yang dilarang agama. Keseharian Nazneen yang lempeng-lempeng saja dan tak pernah melawan arus dikontraskan dengan Hasina yang selalu terombang-ambing hidupnya namun berani mengambil keputusan sendiri. Selain menyajikan warna-warni budaya di Inggris novel ini juga sekilas menyinggung masalah pergerakan Islam radikal karena setting waktunya bertepatan dengan peristiwa 11 September di AS.

Untuk membaca novel ini dibutuhkan kesabaran ekstra, yang cukup terbayar karena lama kelamaan saya menjadi larut dalam kisahnya. Namun sepertinya Brick Lane adalah jenis novel yang tak cukup dibaca sendiri saja, melainkan lebih menarik dan membuka wawasan bila dijadikan bahan diskusi dengan sudut pandang jender, ras, agama, dan multikulturalisme. Saya jadi ingin flashback ke masa lalu, duduk di ruang kuliah dan berdiskusi seru dengan dosen dan kawan-kawan...